Kerdipan Bintang Di Persada Memori

Kerdipan Bintang Di Persada Memori
(Sempena Majlis Perpisahan Datuk Hj Azman Ismail)

Masa kita bersama terasa terlalu cepat berlalu
Bagaikan perahu meluncur laju
Meninggalkan pepasir di pantai rindu
Belayar menuju ke lautan luas yang biru.

Andai
Kami adalah pelaut
Shell adalah bahtera
Ranah pasaran adalah samudera
Datuk, dikaulah nakhodanya.

Di kala samudera bergelora
Tanganmu kejap memegang kemudi
Di kala gelap malam gelita
Matamu tajam mencari bintang
Sehingga kami tak walang sebagai penumpang.

Di kala samudera tenang airnya
kita pun sama-sama menebar jala
Di kala kami leka memukat laba
dari khazanah yang ada.

Lalu dikau membisikkan bicara;
“Hidup ini bukan hanya untuk menerima dan memiliki
Tetapi juga untuk berbahagi dan memberi.”

Kenangan bersama kan jadi bingkisan perpisahan
Menambah sayu di hati mengimbau kenangan
Namun perpisahan adalah takdir pertemuan
Tak dapat dihalang pabila datang.

Datuk,
Namamu di dada kami tak kan pergi
Kerana dia adalah kerdipan bintang di persada memori.

Fikrul Mustanir
29/9/2016
Desaru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: