Fatamorgana BERSIH.

Fatamorgana BERSIH
(Jawapan kepada puisi ‘Unggun BERSIH’,
oleh, Sasterawan Negara A Samad Said)

Semakin lara kita didera bara-
kita laungkan juga suara merdeka:
Demokrasi sebenderang mentari
sinarnya menyerlahkan jatidiri.

Lama resahnya kita-demokrasi meluka;
lama duka kita-demokrasi mendera.
Demokrasi yang angkuh, kita cemuhi;
kesatuan ummah yang utuh, kita idami!

Seribu empat ratus tahun lalu Muhammad berseru:
(di Kota Cahaya tika terpercik api dari batu yang dipalu):
Tak perlu gempita sorak yang gebu menipu,
diperlu hanya bisikan dari syahadah yang syahdu.

Usah dinyala unggun menyihir itu;
kini masanya kembali ke Pangkal Restu.

Fikrul Mustanir
4 Julai 2011.

Nota: Untuk membaca puisi ‘Unggun BERSIH’, sila klik http://samadsaid.wordpress.com/2011/06/26/unggun-bersih/¬†