Di Cangkir Budimu.

Di Cangkir Budimu.
(Dalam mengenang jasa guru-guruku)

Di balik tirai jaya
telah terukir namamu

Di sela jendela bahagia
telah terlukis bayanganmu

Telah bertemu kita selalu
di merata tempat
di sela waktu.

Apakah
di bangunan sekolah
dan di dewan-dewan kuliah.

Atau
di warung condong pinggir jalan
sewaktu kita menikmati mentari pagi
bersama secangkir kopi.

Atau
di serambi teratak tuamu
sewaktu aku datang bertamu
di waktu lapangku.

Jika
di situ, dapat ku kutip ilmu
kemudi haluan hidupku
itu adalah bilik darjahku
dan kau, adalah guruku.

Dan
sejak saat itu
hormatku pun tercurah
ke cangkir budimu
tanpa henti
hingga nanti
jantungku terhenti.

Fikrul Mustanir
Maharani
Mei 2011.

3 Comments (+add yours?)

  1. wuzara
    May 14, 2011 @ 06:52:21

    saban tahun enta memang tidak pernah lupa mencoret puisi untuk sang guru.

    Reply

  2. Mohamad Arif Mustapha
    Aug 04, 2011 @ 11:27:04

    Sangat indah dan bermakna ^^

    Reply

  3. fikru1mustanir
    Sep 27, 2011 @ 01:05:17

    Terima kasih Mohamad Arif Mustapha.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: