Jangan Di Sini Berhenti.

Jangan Di Sini Berhenti.

Ayuh, pemuda Medan Tahrir
jangan di sini kau berhenti
buah ranum itu di depan lagi
sisa sedikit derap kaki
kan kau petik pasti.

Buah duri tiga dekad meluka
telah kau campakkan ke neraka
telah tumpul busuk duri kuasanya
dihurung benci dan hina.

Jangan kau jamah pula
buah kebebasan hidangan sekular
itu hanya ilusi bahagia
sejenak pesona
selamanya derita
darah tertumpah
dikhianat leka.

Walau kulit selembut sutera
titis sarinya sembilu menghiris
walau warna menyilau mata
gebu putih getahnya melepuh bengis.

Ayuh, pemuda Medan Tahrir
jangan di sini kau berhenti
buah ranum itu di depan lagi
sisa sedikit derap kaki
kan kau petik pasti.

Aromanya harum kasturi
senafas kau hidu
sejahtera tercantas kan bertaut lagi.

Sarinya lazat bergizi
setitis kau teguk
mulia hilang kan ditemu kembali

Isinya manis sekali
sehiris kau rasa
zalim terbuang tak kan berganti.

Ayuh, pemuda Medan Tahrir
buah ranum itu sedang menanti
untuk kau petik pasti
di sana derap kaki
harus berhenti.

FM
Febuari 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: