Bukan Obama yang dahulu.

Bukan Obama yang dahulu.
(Mengulas Lawatan Barack Obama Ke Indonesia.)

Dia punya seribu manis kenangan
di benak, tika kanak-kanak
membesar di tanah seribu keberanian
para pejuang mengharungi duri dan onak.

Tanah yang pernah bergegar
dengan laungan ‘Allahu Akbar’
tika Bung Tomo mengobar semangat rakyat
menyambut Belanda dengan jihad.

Dia pernah
membaca al Quran dan solat di surau
bersama rakan-rakan kulit sawo matang bergurau
makan satey dan bakso, berlari-lari di bendang
mengejar kerbau dan kambing ke kandang.

Namun Obama bukan kecil lagi
tak lagi dipanggil ‘Barry’
dia Presiden Amerika kini
walau orangnya sama
tapi punya visi berbeza
walau senyumnya seperti gula
tapi manisnya kini berbisa
tergoda sekali, sengsara selamanya.

Kala dia datang bertamu
mesra dia mengimbau kenangan lalu
hanya untuk memikat leka
agar kau terus diikat luka.

Berbicara dia tentang Islam
sedang agama itu telah lama dia tinggalkan
berdepa tangannya menghulur salam
sedang tangan yang sama masih memukul kejam
di Irak, Afghanistan dan Pakistan.

Jangan kau sambut kunjungan itu
dengan manis ramah mukamu
Sedangkan Merapi pun murka menerima
dengan laharnya merah menyala.

10 Nov 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: