Waktu Jalan-jalan.

Waktu Jalan-jalan.

Waktu jalan-jalan
terpandang hebatmu, kawan
berdiri di panas terpancang
di tangan selembaran tergengam.

Satu demi satu
kau sapa mereka yang datang
kau hulurkan kertas
tsaqafah tertuang
mencabut pohon kepalsuan.

Waktu jalan-jalan
terdengar madahmu, kawan
duduk  di sisi cangkir kopi dan piring roti
dengan teman-teman diskusi
melacak segala idea basi
yang dipanggil demokrasi
liberalisasi, emansipasi, sekularisasi
kapitalis-sosialis-kominis ideologi
dan garis-garis KORUPSI
di wajah tua administrasi
contengan bersama kontraktor kroni
dan pak-pak menteri.

Satu demi satu
benah pemikiran itu
kau huraikan
di antara geleng dan angguk
teman-teman
kau terus menyuntik
bibit pohon pencerahan.

Waktu jalan-jalan
langkahku jadi
mati dan terhenti
di hadapanmu, kawan.

Lalu padamu, aku katakan;
“Teruskan, teruskan kawan!
Jangan sekali kau ambil peduli
pada seribu kata BERHENTI!”

FM
7 Disember 2009.

2 Comments (+add yours?)

  1. carteblanche~
    Dec 20, 2009 @ 08:05:05

    Salam.
    “Jangan sekali kau ambil peduli
    pada seribu kata BERHENTI!”
    puisi motivasi peniup semangat!

    (layout blog ini ditukar lagi. simple tp kemas.cuma, font tulisan entri2 lain sangat kecil. harap boleh dibesarkan fontnya supaya lebih mudah dibaca. sekadar cadangan.)

    Reply

  2. fikru1mustanir
    Dec 23, 2009 @ 22:15:02

    Salam,

    Terima kasih atas penghargaan.

    Berkenaan font yang kecil, saya telah ubah kepada tema yang memaparkan font yang lebih besar untuk kemudahan pembaca.🙂

    Wasalam.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: