Baitul Maqdis: Lebuhraya Perjuangan.

Baitul Maqdis: Lebuhraya Perjuangan.

Bukan indahnya benar menggamit rindu
Barkah dan mulia menerima tiba
Ku tahu satu terhimpun mesjid seribu
Manis jiwa diimpikan merasa.

Bukan makmurnya benar menggiur rasa
Pahatan Isra’-Mikraj di tugu jiwa
Tak ku mahu lepaskan mulia
Merintis jalan membebaskannya
Bak melebar jalan ke surga.
More

Waktu Jalan-jalan.

Waktu Jalan-jalan.

Waktu jalan-jalan
terpandang hebatmu, kawan
berdiri di panas terpancang
di tangan selembaran tergengam.

Satu demi satu
kau sapa mereka yang datang
kau hulurkan kertas
tsaqafah tertuang
mencabut pohon kepalsuan.

Waktu jalan-jalan
terdengar madahmu, kawan
duduk  di sisi cangkir kopi dan piring roti
dengan teman-teman diskusi
melacak segala idea basi
yang dipanggil demokrasi
liberalisasi, emansipasi, sekularisasi
kapitalis-sosialis-kominis ideologi
dan garis-garis KORUPSI
di wajah tua administrasi
contengan bersama kontraktor kroni
dan pak-pak menteri.

More

Matahari Hati.

Matahari Hati.

Tika detik meniti hari
hangat mentari
kian menyelimuti
lalu lena tak betah lagi
berlabuh di pulau
dingin salju ilusi.

Di basah pelangi
CahayaMu, Maha Suci
aku ingin terus disinari
agar kesedaran yang tumbuh
akan kekal segar berseri.

Mewarna nafas di dadaku
sehingga tiba waktu
tak dapat ku hela lagi.

Kerana Kau
tak dapat ku mungkiri
walau di ribut hujan seribu nafi.

CahayaMu, satu-satunya matahari
penyuluh hatiku abadi.

FM
14 Zulhijjah 1430H