KIDUNG BUAT FEMINIS

KIDUNG BUAT FEMINIS

Perempuan bertiara feminisme
menyusuri lorong berliku
kering penuh terbangan debu
tebal menutup setiap penjuru
melakar ganas warna hitam
di kanvas biru langit malam.

Sedang dian iman yang digenggam
cahayanya telah kelam
panasnya tinggal suam
apinya hampir padam
diterjah ribut barat
dalam deru kesumat
dalam pusar keparat.

Kala meraba-raba dalam kelam cahaya
disapa dia sepotong mantera
datang dari sela ribut yang melanda
konon punya kuasa maha perkasa
gagah mengangkat martabat wanita
melonjak angkasa
terbang dari lorong debu berliku
dengan libasan sayapnya yang palsu.

Lalu dia diajar berbicara
kata-kata bukan dari lidah asalnya
tentang kesetiaan yang ternoda
tentang kekasih yang durhaka
tentang suami beristeri ganda
tentang anak-anak terbiar lara
tentang agama yang bermuka-muka!

Ah, benarkah
isi bicara
bentuk gajah
oleh si buta?

Ah, benarkah
komentar merdu
irama seloka
oleh si pekak
tuli segala?

Perempuan bertiara feminisme
mengelek agama bak boneka
disarung baju kebebasan bersuara
disolek aneka palsu warna
Islami dan kesejahteraan hawa.

Diusung boneka
pamer di retak kaca massa
sembur aroma muslihat yang asyik
hembus mantera yang gemersik
ke cuping mereka yang histeris terpekik-pekik
di dada akhbar pupus taufik.

Dilelong dagangannya
sebakul wahyu dimurah harga
teriaknya…
“Ayuh! kita tampal sulam pakaian agama
dengan perca akal bijak segala
dan benang penjajah yang mulia!”

Hei, perempuan bertiara feminisme
sedarlah dirimu!

Kau layan agama bak boneka permainanmu
yang kau solek sehendak nafsu
tapi tidakkah kau tahu?
oleh barat, kaulah
BONEKA itu!

Insyirah Ameer
Kuala Lumpur
2009

6 Comments (+add yours?)

  1. insyirah ameer
    Oct 24, 2009 @ 08:02:33

    Salam…

    pembetulan yang penting.
    Suntingan oleh FM

    p/s: ana tulis puisi tak semolek itu. syukran atas suntingannya..

    Reply

  2. fikru1mustanir
    Oct 24, 2009 @ 21:12:50

    Wa alaikumusalam,

    Sajak enti dah molek kalau ibarat rumah, ana ni hanya tolong catkan je!

    Jika ana tak tolong catkan pun secara struktur dan rekabentuknya dah pun ok.🙂

    Wasalam.

    Reply

  3. wuzara
    Oct 24, 2009 @ 21:40:02

    Tulisan seorang wanita untuk para wanita,
    dengan sedikit sentuhan aura maskulin,
    menghasilkan bait sajak yang menyenakkan pejuang emansipasi’
    tetapi mampu menyimpul senyum wanita sejati.

    Reply

    • fikru1mustanir
      Nov 01, 2009 @ 00:16:04

      Salam,

      Maaf akhi wuzura atas kelewatan menyiarkan komen anta ini.

      Untuk makluman, komen anta masuk dalam ‘spam’ dalam email ana. Oleh itu ana tak perasan ianya masuk😦

      Wasalam.

      Reply

  4. wuzara
    Nov 10, 2009 @ 09:58:28

    salam….

    buang je moderation tu, the world is flat now, hihi..🙂

    Reply

  5. NUR ANIS NABILAH
    Nov 04, 2016 @ 00:15:34

    assalamualaikum, boleh ceritakan sinopsis puisi ini

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: