Sengketa monyet dan kera

Sengketa monyet dan kera.

Terkasima aku
melihat monyet dan kera
berkelahi terlompat terkinja
berebut pisang dosa bernoda
di negeri Dato’ Maharajalela.

Berpencak berperang
si monyet jurus bergayut di aturan reput
si kera kekuda terkinja menyembah raja.

Sengketa dimula si monyet Behrang
berperut gendut kuat temberang
bersama rakan bermukah curang
menjengguk kera di pintu belakang.

Gegak gempita seluruh rimba
berkata si monyet tua
“Mari kita goncang Bukit Gantang!”

Namun pisang dicinta terlepas jua
angkara si kera yang makin tinggi kinjanya
si monyet pula terkebil-kebil berputih mata.

Sayang sang singa masih terlena
didodoi mantera bencana
trias politika, bantal bucuk pemanjang lena.

Fikrul Mustanir
Mei 2009

5 Comments (+add yours?)

  1. wuzara
    May 27, 2009 @ 00:33:11

    u gives peanut,
    u get monkey,
    then run a monkey business.

    Reply

  2. fikru1mustanir
    May 27, 2009 @ 20:53:53

    Salam,

    Wuzara, ‘monkey business’ tu camana?

    Yang macam kat negeri Dato’ Maharajalela tu ke?🙂

    Wasalam.

    Reply

  3. wuzara
    May 28, 2009 @ 00:43:03

    monkeys, havoc in black forest,
    monkey business, havoc in the city of dumbest.

    monkeys, they jumping between the trees.
    monkey business, the cabinet even under that trees.

    monkeys, small brain without mind.
    monkey business, kick aside hukum tuhan.

    monkeys, slayer or slaved in jungle governance.
    monkey business, one poking to the king and one carry up State of constitution.

    HUMAN, Al Quran n Sunnah as only reference.
    HUMAN BUSINESS, Al Islam ya’lu wal yu’la alaih.

    Reply

  4. ummuhanah
    May 28, 2009 @ 10:17:22

    jangan perasan sangat…..

    dalam memperkatakan kebenaran…jangan kata …YA aku MEMANG benar..
    tapi katakan lah..InsyaAllah aku di dalam kebenaran…

    kesalahan bila-bila boleh berlaku..
    sekalipun ketika merasa yakin memperkatakan kebenaran…
    kerana kesalahan kekadang sangat halus..
    ada tersurat…
    ada tersirat…
    ia benar bila Allah mahu ia benar..
    ia silap bila Allah nilai ia silap…

    kebenaran tak hidup atas rasa bongkak…
    tapi ia subur atas rasa taqwa dan tawadhuk, …

    Reply

  5. wuzara
    Jun 03, 2009 @ 20:26:20

    dalam perkara ikhtilaf kita wajib berlapang dada, tetapi tidak dalam perkara yang qathie.

    Suatu sistem hidup selain Islam adalah jelas qathie. Demokrasi adalah satu sistem pengubalan undang-undang. Ia qath’ie keharamannya.

    Sesungguhnya kesombongan itu menolak kebenaran. Ketaksuban itu akibat dari kebodohan.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: