Di Halaman RumahMu

1450987_577615565644064_663317151_n

Semakin dekat perpisahan
Kesayuan makin tak tertahan.

Dalam diam aku mengenang
Bila lagi kan ku terima undangan
Bersimpuh di lantai rumahMu
Dalam teguh utuh RahmatMu
Mengemis dalam seribu rindu
Dengan seribu kata sendu.

KemaafanMu, tak ku pinta selain itu
KeredhaanMu, ku dambakan melebihi nyawaku
Ku tahu Redha dan Maaf Mu itu
Luas langit dan lautan bukan bandingan
Jika Kau berikan, tak sedikit kan berkurangan.

Oh Tuhan,
Di halaman RumahMu aku datang
Dengan dosa bergelumang
Dengan satu pengharapan
Setelah ini, semoga diriku bagai bayi yg dilahirkan.

FM
Mekah Al Mukaramah.
Awal Muharam 1435

Haji: Manakah Hilangnya Permata Maknamu?

Haji: Manakah Hilangnya Permata Maknamu?

Di antara pulau bukit-bukit
di balik karang batu-batu
aku mencari kilauan
mutiara-mutiara persaudaraan
yang telah jatuh bertaburan
dari kalung kesatuan
yang terputus berselerakan.

Di hamparan putih lautan tenda-tenda
kesedihan menyelimuti aku yang tergamam
di sunyi hati pecah berderai kaca rasa
melihat permata maknamu jauh tenggelam
ditarik ladung kolektivisme yang padam
ke gelita dasar individualisme yang dalam.

Di muktamar tahunan ini
telah jatuh bertaburan dan berselerakan
erti persaudaraan dalam kesatuan
titipan Junjungan di Haji Perpisahan.

Haji,
tangan-tangan kotor berdosa itu
telah meragut kembang persaudaraan
dari rekah tangkai kesatuan
yang pernah mekar segar dahulu
di jambangan hikmah ritualmu.

Jadilah kau kini…
kuntuman kembang kehilangan seri
sakar madumu tak lagi wangi.

FM
9 Zulhijjah 1430 H

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.