Musafir
13 Jan 2012 Leave a Comment
in Uncategorized Tags: musafir, nafsiyah, puisi musafir, sajak musafir
Musafir.
Rendang dan redup pohon
dingin teduh dek terik mentari.
Sari dan ranum buah
lazat juadah dek lelah diri.
Kicau dan siulan burung
indah melodi dek sunyi hati.
Walau
sayap mentari masih kembang mengipas api
tangkai buah masih sarat menggiur diri
kicau burung masih gemersik mengisi sunyi.
Pabila panggilan kafilah berbunyi
musafir pun bingkas berdiri
berat hati tak mampu henti
perjalanan menuju pangkalan sejati.
Destinasi abadi
Allahu Rabbi.
FM
Maharani
Safar 1443
Advertisement
Komentar